Selamat Datang di Portal Asiknya Belajar PKn

SIPONSEL Bukan Sekadar Absen Digital, Tapi Gerbang Menuju Disiplin dan Karakter Unggul

Tabalong, Oktober 2024 – SMP Negeri 4 Tanjung menorehkan prestasi baru dalam reformasi budaya disiplin sekolah dengan menerapkan SIPONSEL (Sistem Informasi by Telepon Seluler), sebuah inovasi presensi digital berbasis kartu RFID. Inovasi ini telah membawa perubahan besar terhadap kedisiplinan, tanggung jawab siswa, dan komunikasi yang lebih erat antara sekolah dengan orang tua.

Kepala SMPN 4 Tanjung, Azwar Effendi, menyampaikan bahwa sejak sistem ini diterapkan, terjadi transformasi signifikan dalam kebiasaan siswa.

Kami bukan hanya berbicara soal teknologi, tapi tentang perubahan mindset. Sekarang siswa lebih sadar akan tanggung jawab hadir tepat waktu, dan orang tua pun merasa lebih tenang karena bisa memantau langsung. Ini bukti bahwa teknologi bisa menjadi bagian dari pembentukan karakter,” ujar Kepala Sekolah.

Hal serupa disampaikan oleh Sahrina, S.Pd., guru PKn yang juga wali kelas 9C. Ia melihat bagaimana perubahan disiplin itu terjadi dari hari ke hari.

Dulu butuh 10–15 menit hanya untuk mencatat kehadiran. Sekarang cukup dua menit, langsung terekam sistem. Yang paling saya syukuri, siswa jadi lebih menghargai waktu dan lebih fokus mengikuti pelajaran karena tidak lagi bermain-main dengan kehadiran. Apalagi ada poin kedisiplinan, mereka makin terpacu berbuat baik,” jelasnya.

Tidak hanya dari pihak sekolah, para orang tua pun memberikan testimoni positif. Ibu Nurul Hikmah, wali dari siswa kelas 7, mengaku kini merasa lebih dekat dengan aktivitas anaknya di sekolah.

Dulu saya sering khawatir, apalagi kalau anak telat pulang. Sekarang saya langsung tahu jam berapa dia masuk sekolah dan pulang. Bahkan kalau dia izin pun saya tinggal lapor lewat aplikasi. Sangat membantu sekali bagi orang tua yang sibuk bekerja,” tuturnya.

Dari sisi siswa, penerapan SIPONSEL justru menjadi motivasi tersendiri. Danial Syahputra, siswa kelas 9 mengatakan:

Awalnya saya kira cuma buat absen biasa. Tapi ternyata jadi bikin saya lebih semangat. Karena kalau datang tepat waktu dapat poin tambahan, terus kalau rajin ikut kelas juga langsung kelihatan nilainya. Jadi kita merasa dihargai dan dipantau, tapi dengan cara yang positif.”

Data mencatat, tingkat keterlambatan siswa menurun hingga 70%, kasus membolos menurun hingga 76%, dan keterlibatan orang tua meningkat lebih dari 300% sejak sistem ini diimplementasikan. Ini membuktikan bahwa SIPONSEL bukan hanya alat presensi, melainkan sistem penguatan nilai-nilai tanggung jawab dan transparansi dalam dunia pendidikan.

Dengan keberhasilan ini, SMPN 4 Tanjung siap menjadi model percontohan inovasi tata kelola sekolah digital di Kabupaten Tabalong dan Kalimantan Selatan.

Share this post :

Post a Comment

 
Support : Link here | Link here | Link here | Link here
Copyright © 2014. Asiknya Belajar PKn - All Rights Reserved
Template Editing by Imam Nashokha Published by Ocha Template
Proudly powered by Blogger